ADA KELOMPOK KNPI ILEGAL DI MALUKU

Ilustrasi. (Istockphoto/ZargonDesign)
Ilustrasi. (Istockphoto/ZargonDesign)

Dinamika dalam sebuah organisasi merupakan hal yang lumrah. Terutama dalam organisasi Kemasyarakatan Pemuda. Hal ini pun yang kerap terjadi dalam tubuh wadah berhimpun Pemuda terbesar di Indonesia KNPI.

Polemik Dualisme belum lah berakhir. Baru- baru ini pihak-pihak yang berseteru sudah dipertemukan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly. Para pihak yang hadir bersepakat untuk melakukan Kongres Pemuda Bersama yang ke-XVI.

Namun belum sampai pada Kongres Bersama KNPI di Maluku kembali menuai polemik. Kali ini ada pihak yang mengatasnamakan Karateker KNPI ingin menggelar MUSDA di Maluku. Hal ini mendapat respon dari Pengurus DPD KNPI Maluku pimpinan Muhammad Faisal Saihitua.

“Ada pihak yang mengatasnamakan Karateker KNPI yang akan menggelar MUSDA, padahal kita tau mereka ini ilegal, mereka tidak kantongi SK KUMHAM. Bagaimana bisa sebuah organisasi berjalan tanpa dasar Hukum yang jelas. Apalagi Organisasi sebesar  KNPI. Sudah lah jangan lagi menggiring opini seakan-akan sah secara Hukum. Berikanlah edukasi yang baik bagi Pemuda Maluku”.Jelas Antoni Hendriks Wakil Ketua DPD KNPI Maluku.

Hendriks menambahkan bahwa KNPI Pimpinan Muhammad Faisal Saihitua masih berjalan dan aktif sesuai SK DPP KNPI yang dikeluarkan oleh Muhammad Rifai Darus yang saat ini sudah diganti sesuai hasil Kongres XV oleh Noer Fajriensyah.

“Bung Faisal masih menjabat sebagai Ketua KNPI Maluku dan kami akan melaksanakan MUSDA stelah akhir periodesasi. Lagi pula dalam waktu dekat akan ada Kongres Bersama dan ini sudah disepakati oleh para pihak yang mengantongi SK KUMHAM” Ujar Hendriks.

Kami menghimbau kepada Pemerintah Provinsi untuk tidak mengindahakan kelompok ini. Bagaimana bisa Pemerintah harus memberikan ruang kepada organisasi yang tidak memiliki Dasar Hukum yang jelas. Juga saya ingin sampaikan kepada para Pemuda untuk tidak digiring opini oleh kelompok ini.

Bagi semua Pemuda yang memiliki kapasitas dan kompetensi untuk memimpin Wadah Berhimpun ini untuk mengambil bagian setelah ada informasi resmi MUSDA dari kami. Harus rasional dan jangan terpengaruh oleh sesuatu yang tidak jelas dasarnya.

Sebelumnya telah diadakan pertemuan antara Noer Fajriensyah, Abdul Azis dan Mustahudin selaku Pimpinan KNPI untuk membicarakan dan menyepakati agenda Kongres Bersama. Kongres bersama ini akan digelar pada akhir tahun 2021 ini.

( Editor : HB)

Artikel Terkait

iklan02

Nasional

iklan02
iklan02

Opini

home2

Daerah

home2