Kebijakan Impor Garam Rugikan Petani, Ini Pernyataan Sikap PP SNNU

Foto: Ilustrasi (Ciremaitoday)
Foto: Ilustrasi (Ciremaitoday)

Pimpinan Pusat Serikat Nelayan Nahdatul Ulama (PP SNNU) menolak rencana impor garam sebanyak 3 juta ton. Rencana impor garam tersebut dianggap akan menyengsarakan masyarakat pesisir terutama petani garam. Impor garam hanya akan menekan harga garam rakyat yang saat ini sudah berada di kisaran Rp 100 hingga Rp 300 per kilogram (kg).

“Menolak dengan tegas impor garam sejumlah 3 juta ton pada tahun 2021,” ujar Ketua Umum PP SNNU Witjaksono dalam konferensi pers, Rabu (24/3).

Menurutnya Harga garam impor telah melampaui harga garam lokal saat ini. Berdasarkan keterangan PP SNNU, harga garam impor berkisar antara Rp 1.000 hingga Rp 1.500 per kg.

Saat ini memang belum ada informasi soal produksi petani garam rakyat yang memenuhi standar industri dengan kadar NaCl di atas 97%. Produk garam rakyat rata-rata hanya menghasilkan NaCl sebesar 70% hingga 75%.

PP SNNU juga mendorong pemerintah menetapkan standar harga garam rakyat sekitar Rp 700 hingga Rp 1.000 per kg. Hal itu akan membuat petani garam lebih antusias dan mengurangi dampak terjadi alih fungsi lahan.

Data yang ini kami peroleh setelah melibatkan 28 pengurus wilayah dan 355 cabang di seluruh Indonesia, maka seharusnya pada periode tahun ini impor kita hanya sekitar 1 juta ton, tidak lebih dari itu.“Sebab sebetulnya stok di petani cukup banyak.Jumlah warga Nahdliyin setidakya 110 juta, dimana hanya sekitar 10% yang tingal di perkotaan, sisanya tinggal di pedesaan, pegunungan dan pesisir,” kata dia.

Dia mengungkapkan, setidaknya ada 40juta-60 juta warga Nahdliyin yang tinggal di pesisir, berprofesi sebagai nelayan, pekerja dan pelaku usaha kelautan dan perikanan.

Editor: (RN)

 

Artikel Terkait

iklan02

Nasional

iklan02
iklan02

Opini

home2

Daerah

home2