Gemuruh Muncul di Langit Bandung, Ini Kata Lapan

ilustrasi-langit-bandung-1_169

Jakarta – Suara gemuruh kembali terdengar di langit Kota Bandung. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menyebut rekaman terbaru terkait suara gemuruh itu tak jelas terdengar.

Suara tersebut terdengar jelas dari kawasan Sarijadi, Kecamatan Sukasari, Bandung. Salah seorang warga, Amanda (29), mendengar suara gemuruh tersebut pagi tadi sekitar pukul 07.30 WIB.

Ia merekam suara gemuruh tersebut dengan ponselnya. “Tadi ada sekitar tiga menit suaranya. Kebetulan kompleks tempat saya tinggal cukup sepi, jadi suara itu terdengar jelas,” kata Amanda saat dihubungi detikcom, Sabtu (13/2/2021).

Peneliti Pusat Sains Antariksa Lapan Rhorom Priyatikanto mendengarkan rekaman Amanda. Namun dia tak bisa mendengar jelas suara gemuruh.

“Pada rekaman Amanda, suara gemuruh tidak jelas terdengar. Justru dengungan mesin yang lebih kentara,” kata Rhorom saat dihubungi, Sabtu (13/2).

Selain itu, dia mendengarkan suara gemuruh yang direkam pada hari Kamis (11/2) lalu.

“Kalau rekaman hari Kamis terdengar seperti suara pesawat yang terbang tinggi (elevasi 10 km+). Maklum bila terdengar lebih lama dan masyarakat tidak melihat pesawatnya,” ujarnya.

Dia menjelaskan suara yang terkait jatuhnya benda antariksa bisa berlangsung singkat, sehingga suaranya lebih seperti dentuman ketimbang gemuruh.

“Suara yang terkait benda jatuh antariksa (meteor) biasa berlangsung singkat. Lebih seperti dentuman ketimbang gemuruh,” tuturnya.

“Ada indikasi tambahan untuk meyakinkan itu adalah suara meteor jatuh: jejak cahaya/asap di langit, temuan meteorit, atau getaran yang terekam oleh alat ukur (seismograf, sonograf, dan sebagainya),” imbuhnya.

Sebelumnya, Yusnia (26), warga Sukagalih, Kecamatan Sukajadi, mendengar suara gemuruh tersebut pada Kamis, 11 Februari 2021, sekitar pukul 11.12 WIB.

“Saya tadi lagi menggendong anak, tadinya mikir suara pesawat, tapi kok lama. Akhirnya saya keluar tapi tidak ada pesawat yang melintas, suara tersebut masih terdengar,” kata Yusnia kepada detikcom.

Tak berselang lama, ujar Yusnia, suara gemuruh juga muncul sekitar pukul 11.44 WIB. Suara gemuruh yang kedua berlangsung lebih pendek, yakni 2,5 menit. “Sebenarnya lebih lama yang pertama, barusan juga terdengar suara gemuruh yang ketiga, tapi hanya sebentar,” tuturnya.

Pada 11 Februari, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung mengungkapkan kemungkinan besar suara gemuruh yang terdengar di langit Kota Bandung berasal dari aktivitas manusia.

Pasalnya, peralatan yang berada di BMKG tidak mencatat adanya aktivitas seismik maupun petir yang terjadi di sekitar wilayah Kota Bandung, tepatnya di Jalan Setiabudi dan Jalan Cemara.

Sumber : https://www.detik.com/

Artikel Terkait

iklan02

Nasional

iklan02
iklan02

Opini

home2

Daerah

home2