Biden Akui Gelisah Nantikan Sikap Republikan di Sidang Pemakzulan Trump

joe-biden_169

Washington DC – Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, mengaku ‘gelisah’ untuk melihat bagaimana sikap akhir para Senator Republikan dalam sidang pemakzulan mantan Presiden Donald Trump. Indikasi terkini menunjukkan mayoritas Senator Republikan meyakini Trump tidak bersalah atas dakwaan menghasut pemberontakan.

Seperti dilansir CNN, Sabtu (13/2/2021), penyampaian argumen oleh manajer pemakzulan dari Partai Demokrat dan oleh tim pengacara Trump telah selesai dilakukan pada Jumat (12/2) waktu setempat. Agenda selanjutnya pada Sabtu (13/2) waktu setempat adalah membahas izin untuk menghadirkan saksi, sebelum memasuki agenda argumen penutup dan digelarnya voting penentuan.

Diperkirakan, voting penentuan oleh 100 Senator AS — baik dari Partai Demokrat maupun Partai Republik — yang bertindak sebagai juri dalam sidang ini akan digelar pada akhir pekan.

“Saya hanya gelisah untuk melihat apa yang dilakukan teman-teman Republikan saya, apakah mereka berani,” ucap Biden kepada CNN dalam komentar pertamanya soal sidang pemakzulan sejak manajer pemakzulan menyelesaikan argumennya pada Kamis (11/2) waktu setempat.

Pernyataan itu disampaikan Biden saat ditanya CNN soal sidang pemakzulan Trump. Saat ditanya lebih lanjut apakah dirinya berencana untuk berbicara dengan Senator Republikan soal bagaimana mereka akan memvoting dalam sidang itu, Biden menjawab: “Tidak, saya tidak akan melakukannya.”

Dua pertanyaan itu disampaikan CNN kepada Biden di luar West Wing Gedung Putih setelah dia melakukan kunjungan impromptu ke North Lawn untuk melihat dekorasi Hari Valentine yang dibuat Ibu Negara, Jill Biden.

Manajer pemakzulan dari Partai Demokrat menghabiskan waktu dua hari untuk menyampaikan argumen mereka dalam membuktikan bahwa Trump bersalah atas dakwaan penghasutan pemberontakan, saat pendukungnya menyerbu dan memicu kerusuhan di Gedung Capitol pada 6 Januari lalu setelah mendengar pidatonya. Trump juga dituduh gagal mencegah kerusuhan yang didalangi pendukungnya saat itu.

Tim pengacara Trump dalam argumen pokok pada Jumat (12/2) waktu setempat, menyebut pemakzulan ini inkonstitusional dan merupakan ‘tindakan balas dendam politik’ dari Partai Demokrat. Pengacara Trump juga berargumen bahwa pidato Trump pada 6 Januari hanyalah bersifat retorik dan Trump tidak bisa dimintai pertanggungjawaban atas tindakan para pendukungnya pada saat itu.

Senat AS selanjutnya akan menggelar pertemuan pada Sabtu (13/2) pagi, sekitar pukul 10.00 waktu setempat untuk memperdebatkan apakah akan mengizinkan disampaikannya keterangan para saksi dalam sidang pemakzulan. Setelah itu, argumen penutup akan disampaikan oleh masing-masing pihak.

Diperkirakan bahwa putusan untuk sidang pemakzulan ini bisa dijatuhkan pada hari yang sama, dengan 100 Senator yang bertindak sebagai juri persidangan akan memvoting untuk menentukan apakah Trump bersalah atas dakwaan menghasut pemberontakan.

Dibutuhkan mayoritas dua pertiga suara, yang berarti 17 Senator Republikan harus bergabung dengan 50 Senator Demokrat untuk menetapkan Trump bersalah. Namun indikasi sejauh ini menunjukkan Demokrat tidak akan mendapatkan cukup dukungan Senator Republikan untuk menyatakan Trump bersalah.

Meskipun sorotan nasional ada pada sidang pemakzulan Trump, Gedung Putih sebelumnya menekankan bahwa pihaknya fokus dalam menjalankan agenda-agenda pemerintahan Biden, termasuk meloloskan rancangan undang-undang bantuan virus Corona (COVID-19). Biden sendiri tidak pernah secara eksplisit menyatakan apakah dirinya meyakini Trump harus dinyatakan bersalah atau tidak.

“Saya pikir Senat memiliki pekerjaan yang sangat penting untuk diselesaikan dan saya pikir dugaan saya adalah beberapa pemikiran mungkin telah berubah, tapi saya tidak tahu,” ucap Biden saat ditanya soal sidang pemakzulan Trump dalam rapat di Ruang Oval Gedung Putih.

 

Sumbr : https://www.detik.com/

Artikel Terkait

iklan02

Nasional

iklan02
iklan02

Opini

home2

Daerah

home2