Sarbumusi Kabupaten Buru Gelar Dialog, Membangun Hubungan Industrial Yang Kondusif

Narasumber dalam Dialog Membagun Hubungan Industrial Yang Kondusif
Narasumber dalam Dialog Membagun Hubungan Industrial Yang Kondusif

Serikat Buruh Muslim Indonesia (Sarbumusi) Kabupaten Buru menggelar dialog dengan tema Membangun Hubungan Industrial yang Konsusif. Dialog yang diikuti puluhan peserta dari berbagai kalangan, pekerja buruh, LSM, aktifis Kampus, Ketua – ketua Lembaga Organisasi Cipayung serta Bem Universitas ini berlangsung di Kedai Mely, Jln A. Basalamah, depan Kampus Iqra Buru, Senin (05/03).

Ketua Sarbumusi Kabupaten Buru, Risno Wamnebo menyatakan, ajang dialog ini juga sebagai sarana konsolidasi organisasi dengan para buruh yang ada di Kabupaten Buru, sehingga keberadaan Sarbumusi bisa menjadi jembatan dalam menjawab permasalahan perburuhan di Kabupaten Buru.

“Acara ini gunanya mengajak para pekerja buruh untuk lebih memahami terkait hak-hak perburuhan khusunya di Kabupaten Buru, Buruh harus lebih sering melakukan dialog sebagai upaya penguatan, pemahaman peraturan dan regulasi ketenagakerjaan “ Ujar Risno.

Risno juga menambahkan selama ini hak-hak para buruh, pekerja, yang ada di kabupaten Buru mesti diketahui dan dipahami, sehingga kebanyakan dari mereka tidak mengetahui apa yang menjadi hak-haknya. Ini mesti menjadi catatan penting dalam sosialisai bagi para pekerja buruh untuk kedepannya.

Hadir dalam acara sebagai narasumber, Kepala Dinas Perindutrian Dan Perdagangan Kabupaten Buru A. Syahran Umasugi S. Sos, MA, Kepala UPTD Provinsi Maluku Buru dan Buru Selatan, K. Kaubangun S.sos, Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Buru, yang diwakili Anwar Panrengrengi, Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Buru Astri R.N. Sanduan, SKM.

Acara dialog dibuka oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Buru yang di wakili sekretrais Gus M. Qozali At’thabrani, dengan pemandu acara Fahri A. Kaunar yang memandu para narasumber untuk memberikan pandanganya sesuai dengan bidang dan ruang lingkup masing-masing. Acara kemudian dilanjutkan dengan interaksi tanya jawab dengan peserta dialog dan berakhir dengan pembacaan Do’a dan foto bersama.

Amanah Kongres Akbar ke- V pada tahun 2016 di Bandung yang merupakan kongres Akbar pertama yang mengukuhkan keberadaan Konfederasi Sarbumusi.  Dan telah menyusun kerangka platform perjuangan SARBUMUSI kedepan yang merupakan design bagaimana SARBUMUSI menjawab semua tantangan persoalan perburuhan di Indonesia maupun Internasional, basis SARBUMUSI sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama dan organisasi professional serikat buruh sangatlah menguntungkan untuk melakukan kerja organisasi.

(RN)

Artikel Terkait

iklan02

Nasional

iklan02
iklan02

Opini

home2

Daerah

home2