Gelar Istighosah Sambut Ramadhan, PCNU Buru Resmikan PSNU Pagar Nusa.

Foto Dok: (HALO)
Foto Dok: (HALO)

Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru, menggelar istighosah, Kamis (25/03). Hadir dalam acara Istighosah Rais PCNU Kabupaten Buru Habib Agil bin Fadhel Assagaf, Sekretaris PCNU Kabupaten Buru, M. Qozali At’thabrani, Pengurus Nahdlatul Ulama mulai dari tingkat MWC , Ketua-ketua Lembaga, dan Badan Otonom.

Dalam acara tersebut ketua Tanfidziyah yang di wakili Sekretaris PCNU kabupaten Buru M Qozali At’thabrani juga meresmikan Badan Otonom yakni, Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa  yang diketuai oleh Munasir Awang.

Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Namlea, Asrul Rahayaan SH mengatakan, selain untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, istighosah sekaligus peresmian Lembaga ini digelar dengan tujuan untuk mengamalkan ajaran tradisi ulama NU Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) dan mendoakan negeri dari bala dan musibah.

Kegiatan istighosah dan perensmian Badan Otonom Pagar Nusa ini dilakukan sebagai upaya untuk mempererat ikatan silaturahim dan Program Organisasi antara pengurus MWCNU dan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Lembaga Serta Badan Otonom yang saat ini telah Dilantik.

Sementara itu sekretaris PCNU Kabupaten Buru M. Qozali At’thabrani mangatakan, “Lembaga yang telah dilantik segera mungkin dapat melakukan konsolidasi, agar dalam waktu dekat dapat melakukan program kerja dan tetap selalu berkoordinasi demi pengutan organisasi” Ungkapnya.

Selain menyerap aspirasi warga NU se-Kecamatan Namlea .  “Istighosah adalah upaya untuk selalu melestarikan tradisi-tradisi yang telah dilakukan oleh para ulama NU serta memperkokoh Ukhuwah Nahdliyin serta Seraya berdoa bersama-sama dengan harapan senantiasa diberikan keberkahan sehingga komunikasi dan koordinasi selalu berjalan baik,” ungkap Sekretaris PCNU Kabupaten Buru yang sering di sapa Gus Qozali.

Lebih lanjut Gus Qozali juga meyakini bahwa kegiatan Istighosah tersebut akan semakin mempererat dan memperkokoh jalinan ikatan silaturahim diantara sesama pengurus NU dan Warga Nahdliyin. Sehingga nantinya akan menumbuhkan rasa kebersamaan untuk bersama-sama membesarkan Organisasi NU.

“Istighosah merupakan salah satu tradisi ulama NU yang harus terus dilestarikan. Selain Maulid, Tahlilan, Ziarah merupakan tradisi yang ada dan tetap berpedoman pada hal-hal yang telah dirumuskan oleh ulama NU. “Tradisi-tradisi ini merupakan simbol dan kekuatan untuk membesarkan NU di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.

(RN)

 

Artikel Terkait

iklan02

Nasional

iklan02
iklan02

Opini

home2

Daerah

home2