Belejar Kitab Kuning, PCNU Kabupaten Buru Wajibkan Pengurus Sampai Tingkat Ranting

Kajian Kitab Nasoih Haddiniyyah Karangan Habib Abdullah bib Alwi Alhaddad Oleh Habib Bagir Alhamid
Kajian Kitab Nasoih Haddiniyyah Karangan Habib Abdullah bib Alwi Alhaddad Oleh Habib Bagir Alhamid

Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Buru menggelar kajian kitab kuning (salaf) untuk seluruh Pengurus dan ranting. Kajian seperti di pondok pasantren ini dilaksanakan sebagaimana imbauan Rais Suriyah PCNU Kabupaten Buru Habib Agil bin Fadhel Assagaf dalam rangka penguatan dakwah Aswaja pada setiap  kelembagaan, keanggotaan oraganisasi Nahdlatl Ulama Kabupaten Buru.

Kali ini Ngaji kitab kuning dilaksanakan di Istana Mahabbah setelah membaca Ratibul Haddad yang dibawakan oleh Habib Bagir Alhamid (08/04)

Kajian kitab kuning tersebut yakni Kitab Nasoih Haddiniyyah karangan Habib Abdullah bin Alwi Alhaddad. Materi yang disampaikan yakni tentang Keistimewaan Bulan Ramadhan, sehinga penting untuk menyambut Ramadhan dengan mempersiapkan diri dengan baik.

Kitab kuning identik dengan pesantren. Di Indonesia, Kitab Kuning digunakan sebagai buku wajib di pondok yang juga disebut kitab salaf, yang artinya klasik atau kuno.

Ngaji kitab kuning juga diwajibkan bagi pengurus MWCNU seKabupaten Buru pada tingkat Kecamatan dan ranting, hal ini penting dilakukan demi penguatan dakwah Aswaja agar lebih ditingkatkan.

Harapan PCNU Kabupaten Buru dengan pemaknaan itu, akan memudahkan para Pengurus Lembaga, dan Banom, serta pengurus Kecamatan. Dengan kitab yang sudah diberi makna, para santri bisa lebih cepat belajar dan bisa segera mempelajari kitab lainnya, sehingga ilmu yang didapat juga lebih banyak.

Karena Kitab kuning tidak dapat dipelajari dalam waktu instan, maka dibutuhkan keseriusan dan pendalaman kitab dengan rentang yang cukup lama, bahkan sampai bertahun-tahun. Maka dengan bimbingan oleh Pembimbing para Kiyai Habaib yang miliki sanat ilmunya sampai kepada Rasulullah SAW dan ilmu Hikmah, maka diharapkan akan mempermudah dalam mempelajari kitab Kuning.

(RN)

Artikel Terkait

iklan02

Nasional

iklan02
iklan02

Opini

home2

Daerah

home2